Science Fiction

In: SCI-FIC

29 Oct 2014

Untitled-1ssMungkin kita sudah banyak membaca tentang evolusi teknologi umat manusia dari beberapa banyak teori-teori atau sekedar  asumsi-asumsi dari beberapa hasil penelitian yang beredar. Saya pun tertarik untuk membaca dan memperhatikan dari beberapa tulisan yang ada, mulai dari perang nuklir mahabaratha, gunung padang, teknologi nuklir purba,  benua atlantis, beberapa penemuan artefak, misteri borobudur, de el el.  Dengan berusaha membuka hati dan pikiran untuk bisa mencerna dan menghargai setiap teori-teori yang disampaikan (tidak saklek) adalah syarat mutlak untuk bisa berfantasi ria. Sayapun berhasil ikut terhanyut dan berimajinasi tentang kemajuan peradaban manusia jaman dahulu sehingga mencapai puncaknya (Golden Age).  Dan akhirnya sebagai orang yang waras pasti tentunya berpikiran “Apakah Benar?”, “ciyuuss”, “buktinya mana?”.  Sebagai orang yang terbuka kita bijaksananya tidak langsung menerima ataupun menolak mentah-mentah setiap teori maupun asumsi tentang hal tersebut, setidaknya kita bisa mengambil hikmah dari setiap  teori ataupun asumsinya terlepas itu benar ataupun tidak.  Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi kemungkinan masalah itu akan terpecahkan  tidaklah mustahil, seandainya ada mesin waktu tentu perdebatan cerita peradaban manusia itu akan terjawab sudah.

Mahabharata-perang-nuklir

Cerita epos mahabartha yang ada di serial tv, dan cerita perang nuklir mahabartha yang ada di blog-blog dilihat dari sudut pandang teknologi sungguh sangat jauh berbeda. Jika pada serial tv Arjuna dapat membunuh banyak pasukan lawan dengan sekali panah (anak panah tradisional) dengan kekuatan sakti bin gaib musuhpun tergeletak, jika pada tulisan  epos nuklir mahabartha panah Arjuna diasumsikan senjata nuklir. Jika pada dokumen weda buku sejarah pustaka  tua manusia kendaraan yang dipakai bisa terbang, kendaraan mirip-mirip pesawat berbentuk piringan anti grafitasi, tapi jika pada serial tv kendaraannya berupa kereta kencana bertenaga kuda (kuda beneran).

pl16

Dari beberapa cerita dilihat dari beberapa sudut pandang adalah tidak ada salahnya selama bisa menjadikan hal positif buat kita,  teknologi ibarat mata pisau bermanfaat untuk hal positif atau negatif (membunuh). Semakin canggih teknologi umat manusia semakin begitu mudah untuk memusnahkan spesies golongan manusia ini.  Disadari ataupun tidak sekarang ini seiring kemajuan jaman tingkat “cultural awareness dan relegion  awareness” semakin terdegradasi. Bisa dibayangkan jika populasi manusia semakin padat teknologi semakin canggih tampa ada pegangan dan tidak ada lagi saling menghargai selaku sesama sepesies umat manusia, yang ada keserakahan dan keinginan saling menguasai, bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi perang dunia dengan teknologi mutakhir yang berakibat dapat memusnahkan hampir seluruh umat manusia.

Fantasi saya semakin liar, ada beberapa orang menganggap bahwa suku-suku yang ada diIndonesia dan diberbagai dunia adalah sekelompok orang-orang yang sangat kuno, primitif, ketinggalan jaman, dilihat dari sisi keegoisan kita yang menggap kita lebih modern. Tetapi jika kita dapat mengambil hikmah dan benang merahnya dari teori maupun asumsi bahwa nenek moyang manusia pernah mengalami masa Golden Age, justru yang merasa modern itulah yang masih kuno, primitif,  ketinggalan jaman.  Rata-rata suku-suku tersebut hidup di hutan dan sangat menjaga hutan.  Seakan-akan mengisyaratkan bahwa nenek-kakek moyang dari nenek-nenek kakek-kakek moyang yang sudah mengalami masa modern(golden age)  pernah mengalami jaman yang sangat sulit dimana pada masa itu pohon-pohon hutan sudah hampir musnah sebab peperangan atau lainnya (sekali lagi ini fantasi liar), sehingga mereka  mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan alam. Beda dengan kita yang merasa canggih dan modern jika ditempatkan di tengah hutan yang ada kita membabat habis hutan tetapi sesungguhnya kitalah yang sesungguhnya primitif, karena kita belum pernah mengalami jaman atau masa yang sangat sulit. Bayangkan jika nanti tidak ada hutan, dunia semakin panas udara semakin terkontaminasi air menjadi emas yang sangat berharga, mau tidak mau suka tidak suka jika kita tidak mau belajar maka generasi-generasi kita cepat atau lambat akan mengalami kembali jaman itu.

Teknologi dan kemajuan jaman idealnya haruslah juga diimbangi kemajuan dalam menghargai budaya dan meningkatnya kadar keAgamaan manusia, menghargai sesama manusia ciptaan Allah sehingga teknologi tidak mempercepat kita untuk mengulangi masa atau jaman ke titik nol lagi. Mungkin itu hikmah yang bisa diambil dari hasil berfantasi ria, iya berfantasi ria untuk saat ini kemungkinan untuk masa yang akan datang bukan hal tidak mungkin menjadi nyata.. :)

Comment Form

About

Seperti pada umumnya blog-blog yang bersliweran didunia maya, blog saya pun kurang lebih bertujuan sama sebagai wadah penyaluran penganut idiologi narsisme, eksistensi diri, dan tuntutan wajib sebagai salah satu makhluk spesies dunia maya. Tak kurang dan tak lebih jika nanti dalam blog ini terdapat tulisan-tulisan lebay bin alay harap dipermaklumkan karena itu sebagai salah satu ciri khas upaya eksistensi diri. Jika terdapat photo-photo yang membuat anda "mual" harap dimaklumi juga karena saya adalah warga baru yang baru saja bergabung dalam ajaran selfie-isme.

Kategori

Recent Posts

Archives

Kalender

October 2018
M T W T F S S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031